Sarung tangan listrik, sering disebut sarung tangan anti listrik atau sarung tangan isolasi, adalah sarung tangan karet yang diuji untuk menahan tegangan tertentu. Sarung tangan ini dibagi dalam enam kelas, dari kelas 00 sampai kelas 4, menurut tegangan pakai maksimumnya. Kemampuannya hanya terjamin bila kelasnya sesuai, kondisinya utuh, dan masa ujinya masih berlaku.

Apa itu sarung tangan listrik?

Istilah anti listrik sebenarnya kurang tepat. Tidak ada sarung tangan yang membuat pemakainya kebal terhadap listrik. Yang ada adalah sarung tangan berisolasi dengan batas tegangan tertentu. Standar yang paling banyak dirujuk adalah IEC 60903 dan ASTM D120.

Jangan tertukar dengan jenis sarung tangan lain:

Jenis Fungsi Perlindungan sengatan
Sarung tangan isolasi karet Menahan tegangan sesuai kelasnya Ya
Pelindung kulit Melindungi sarung tangan karet dari tusukan dan sobek Tidak, bila dipakai sendiri
Sarung tangan kerja kain atau kulit Perlindungan mekanis Tidak
Sarung tangan antistatik Mencegah penumpukan muatan statis Tidak; justru bersifat menghantar

Sarung tangan antistatik dan sarung tangan isolasi memiliki tujuan yang berlawanan, sehingga tidak boleh dipertukarkan.

Apa saja kelas sarung tangan listrik?

Tabel berikut memuat tegangan pakai maksimum arus bolak-balik menurut IEC 60903 dan ASTM D120, beserta warna label yang lazim menurut ASTM.

Kelas Tegangan pakai maksimum AC Warna label
00 500 V Krem
0 1.000 V Merah
1 7.500 V Putih
2 17.000 V Kuning
3 26.500 V Hijau
4 36.000 V Jingga

Kelas dan standar tercetak pada manset. Tegangan uji di laboratorium lebih tinggi daripada tegangan pakai, tetapi yang menjadi pegangan di lapangan adalah tegangan pakai maksimum. Selalu cocokkan dengan keterangan pada produk, karena itulah yang berlaku bagi sarung tangan yang dipegang.

Bagaimana memilih sarung tangan yang tepat?

  1. Tentukan tegangan sistem. Pilih kelas yang tegangan pakainya tidak lebih rendah daripada tegangan antar fase di tempat kerja.
  2. Pilih ukuran yang pas. Terlalu longgar mengurangi kelincahan, terlalu sempit meregangkan karet.
  3. Sertakan pelindung kulit. Pelindung kulit dipakai di luar sarung tangan karet. Mansetnya lebih pendek daripada manset karet sehingga tidak menjembatani isolasi.
  4. Pertimbangkan busur api. Sarung tangan isolasi melindungi dari sengatan. Untuk panas busur api, perhatikan nilai ketahanan sarung tangan dan pelindungnya. Lihat artikel arc flash.
  5. Pilih produk bersertifikat. Harus mencantumkan standar, kelas, dan tanda uji.

Bagaimana memeriksa sebelum dipakai?

Lakukan setiap kali akan memakai, tanpa kecuali.

  • Periksa tanda uji. Tanggal uji terakhir masih dalam masa berlaku.
  • Uji udara. Gulung manset ke arah jari untuk memerangkap udara, lalu tekan dan dengarkan atau rasakan kebocoran. Dapat pula memakai alat pompa khusus.
  • Periksa visual. Regangkan perlahan dan cari retak halus, sobekan, bekas tusukan, benda tertanam, serta bagian yang lengket, mengembang, atau mengeras.
  • Periksa bagian dalam. Balik sarung tangan dan ulangi pemeriksaan.
  • Lepas perhiasan. Cincin dan jam tangan dapat merobek karet dari dalam.

Bila ditemukan cacat sekecil apa pun, jangan dipakai. Tandai dan pisahkan agar tidak kembali ke tempat penyimpanan.

Bagaimana pengujian ulang dan penyimpanannya?

Pengujian ulang

Sarung tangan isolasi menua walaupun jarang dipakai. Pengujian tegangan ulang dilakukan di laboratorium yang memiliki fasilitasnya. OSHA 29 CFR 1910.137 menetapkan pengujian sebelum pertama diterbitkan kepada pekerja dan setiap 6 bulan sesudahnya. Peraturan itu tidak mengikat di Indonesia, tetapi banyak perusahaan memakainya sebagai acuan bersama rekomendasi pabrikan.

Penyimpanan

  • Simpan dalam kantong khusus, dengan jari menghadap ke atas, tidak terlipat dan tidak tertindih.
  • Jauhkan dari sinar matahari, panas, ozon, minyak, pelarut, dan benda tajam.
  • Jangan disimpan dalam keadaan terbalik.
  • Keringkan setelah dipakai. Bersihkan dengan air dan sabun lembut bila kotor.
  • Catat nomor seri, tanggal mulai pakai, dan tanggal uji.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memakai sarung tangan isolasi tanpa pelindung kulit sehingga cepat berlubang.
  • Memakai pelindung kulit saja pada bagian bertegangan.
  • Memakai kelas 00 pada sistem yang tegangannya melebihi 500 V.
  • Menyimpan di kotak perkakas bersama obeng dan tang.
  • Tidak pernah menguji ulang sejak dibeli.
  • Menganggap sarung tangan sebagai izin bekerja bertegangan.

Butir terakhir paling penting. Sarung tangan dipakai terutama saat memutus sumber dan menguji bebas tegangan, yaitu tahap dalam prosedur LOTO ketika instalasi masih dianggap bertegangan.

Uraian perlengkapan lain ada di artikel APD listrik. Pemilihan dan pemeriksaannya merupakan materi praktik dalam pelatihan Teknisi K3 Listrik.

Referensi

  • IEC 60903, Live working: Electrical insulating gloves
  • ASTM D120, Standard Specification for Rubber Insulating Gloves
  • OSHA 29 CFR 1910.137, Electrical protective equipment
  • Permenakertrans No. PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri