Pada mesin otomatis, logika kendali tidak lagi berada di kabel melainkan di dalam program PLC. Namun PLC tetap harus dipasang, diberi daya, dan disambungkan ke sensor serta aktuator dengan benar. Pelatihan pelaksanaan instalasi listrik industri otomasi PLC mengajarkan sisi pemasangan itu, sekaligus cara bekerja aman pada mesin yang dapat bergerak tanpa disentuh.

Untuk siapa pelatihan ini?

  • teknisi maintenance pada lini produksi otomatis;
  • perakit panel dan teknisi integrator sistem;
  • teknisi yang sudah menguasai instalasi industri non-PLC;
  • engineer muda yang perlu memahami sisi lapangan.

Susunan sistem otomasi

Bagian Contoh Catatan instalasi
Catu daya Catu daya DC untuk PLC dan sensor Pengaman terpisah untuk masukan dan keluaran
Pengendali Unit pusat dan modul masukan-keluaran Jarak, ventilasi, dan pembumian sesuai pabrikan
Masukan Tombol, sensor jarak, sakelar batas, pemancar analog Jenis sinyal dan cara sambung harus cocok dengan modul
Keluaran Relai, kontaktor, katup solenoid, lampu Perlu peredam lonjakan pada beban induktif
Penggerak Penggerak kecepatan variabel, servo Kabel motor berpelindung dan pembumian yang baik
Antarmuka Panel operator, komunikasi jaringan Kabel komunikasi terpisah dari kabel daya

Materi yang umumnya dipelajari

Dasar PLC

  • cara kerja siklus baca masukan, olah program, tulis keluaran;
  • jenis modul digital dan analog;
  • pengalamatan dan pemrograman dasar untuk menguji pengawatan.

Pelaksanaan instalasi

  • membaca diagram pengawatan masukan-keluaran dan daftar terminal;
  • tata letak panel: pemisahan bagian daya, kontrol, dan sinyal;
  • pengawatan sensor dua kawat dan tiga kawat;
  • pengawatan sinyal analog dan pelindung kabelnya;
  • pemisahan jalur kabel sinyal dari kabel daya dan kabel motor penggerak;
  • pembumian panel dan pelindung kabel untuk menekan gangguan;
  • penandaan kabel dan terminal yang konsisten dengan gambar.

Commissioning

  • pemeriksaan catu daya dan polaritas sebelum modul diberi tegangan;
  • uji masukan satu per satu dari lapangan sampai indikator modul;
  • uji keluaran satu per satu dengan area mesin dikosongkan;
  • uji fungsi urutan kerja dengan kecepatan rendah;
  • uji semua fungsi pengaman;
  • dokumentasi dan pencadangan program.

Prinsip umumnya sama dengan testing dan commissioning sistem listrik.

Keselamatan pada mesin otomatis

  1. Mesin dapat bergerak sendiri. Mesin yang diam belum tentu mati; ia mungkin menunggu sinyal. Masuk ke area gerak tanpa isolasi adalah penyebab cedera yang umum.
  2. Stop program bukan isolasi. Mode berhenti atau tombol stop tidak memutus energi. Isolasi dilakukan pada sakelar pemisah yang dikunci, termasuk udara bertekanan dan hidraulik.
  3. Fungsi pengaman tidak boleh hanya mengandalkan program biasa. Tombol darurat, pengunci pintu, dan tirai cahaya dirangkai melalui relai pengaman atau pengendali pengaman, sesuai penilaian risiko mesin.
  4. Memaksa sinyal itu berbahaya. Fitur paksa masukan-keluaran saat mencari gangguan dapat menggerakkan mesin atau melumpuhkan pengaman. Pemakaiannya dibatasi, dicatat, dan dilepas kembali.
  5. Perubahan program adalah perubahan mesin. Harus disetujui, diuji, dan didokumentasikan seperti modifikasi fisik.
  6. Energi tersimpan pada penggerak. Kapasitor penggerak kecepatan variabel tetap bermuatan beberapa saat setelah dipadamkan; ikuti waktu tunggu pabrikan.

Urutan isolasi dan pembuktian nol energi ada di artikel prosedur LOTO.

Kesalahan instalasi yang sering ditemukan

  • kabel sinyal analog satu saluran dengan kabel motor sehingga pembacaan tidak stabil;
  • pelindung kabel dibumikan sembarangan;
  • beban induktif tanpa peredam sehingga keluaran cepat rusak;
  • satu pengaman untuk semua masukan dan keluaran sehingga satu gangguan mematikan seluruh mesin;
  • pengaman pintu diganjal agar mesin bisa jalan;
  • program terbaru tidak dicadangkan.

Hasil yang diharapkan

  • mampu memasang dan mengawati PLC serta perangkat lapangan dari gambar;
  • mampu menguji masukan dan keluaran secara sistematis;
  • mampu mencari gangguan dengan membaca indikator dan status program;
  • memahami batas antara fungsi kendali dan fungsi pengaman;
  • menjalankan isolasi energi sebelum masuk area gerak.

Sertifikat dan kelas in-house

Pelatihan PLC umumnya menghasilkan sertifikat pelatihan dari penyelenggara atau pabrikan. Otomasi tidak memiliki lisensi K3 tersendiri, tetapi teknisinya bekerja pada instalasi listrik sehingga pengakuan kompetensi yang berlaku tetap lisensi K3 listrik Kementerian Ketenagakerjaan dan sertifikat kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan di bawah Kementerian ESDM.

Karena merek dan susunan mesin berbeda di tiap pabrik, sesi K3 untuk tim otomasi paling tepat diberikan di lokasi melalui in-house training K3 listrik. Operator mesin otomatis dapat mengikuti pelatihan awareness keselamatan listrik dan LOTO.

Referensi

  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja
  • PUIL 2011 (SNI 0225:2011)