Sebagian besar beban listrik di pabrik adalah motor. Pelatihan pelaksanaan instalasi listrik industri non-PLC mengajarkan cara menyalurkan daya ke motor dan mengendalikannya dengan kontaktor, relai, dan pewaktu yang disambung langsung. Inilah keterampilan inti teknisi listrik industri, dan dasar yang harus dikuasai sebelum masuk ke otomasi terprogram.

Untuk siapa pelatihan ini?

  • teknisi maintenance pabrik;
  • perakit panel dan teknisi kontraktor industri;
  • lulusan SMK atau diploma kelistrikan;
  • teknisi instalasi gedung yang beralih ke industri.

Dua rangkaian yang harus dibedakan

Rangkaian daya Rangkaian kontrol
Fungsi Menyalurkan energi ke motor Memerintah kontaktor
Komponen Pemutus, kontaktor, relai beban lebih, kabel motor Tombol, relai bantu, pewaktu, sakelar batas, lampu
Arus Besar Kecil
Tegangan Tegangan sistem Sering lebih rendah, melalui trafo kontrol

Kebiasaan menggambar dan memeriksa keduanya secara terpisah memudahkan perakitan dan pencarian gangguan.

Materi yang umumnya dipelajari

Komponen

  • pemutus motor, sekring, dan sakelar pemisah yang dapat dikunci;
  • kontaktor dan kontak bantu;
  • relai beban lebih termal dan elektronik;
  • relai bantu, pewaktu, dan relai pemantau fase;
  • tombol tekan, sakelar pilih, tombol darurat, dan lampu indikator;
  • sensor dan sakelar batas.

Rangkaian

  • start langsung dengan pengunci sendiri;
  • putar kanan-kiri dengan pengunci silang (interlock);
  • start bintang-segitiga;
  • kerja berurutan beberapa motor;
  • rangkaian tombol darurat dan pengaman.

Pelaksanaan instalasi

  • membaca diagram daya, diagram kontrol, dan daftar terminal;
  • tata letak komponen dalam panel dan pemisahan kabel daya dari kabel kontrol;
  • pemilihan kabel motor dan pengamannya menurut PUIL 2011 dan data motor;
  • terminasi, penandaan kabel, dan pemasangan sepatu kabel;
  • pemasangan rak kabel, pipa, dan kabel ke motor;
  • pembumian rangka motor dan panel.

Dasar proteksi motor dan panel dibahas di artikel panel listrik dan switchgear serta short circuit dan overcurrent protection.

Pengujian

  • pemeriksaan pengawatan terhadap gambar;
  • tahanan isolasi kabel dan motor;
  • uji rangkaian kontrol tanpa daya utama;
  • pemeriksaan arah putaran dan arus motor saat berbeban;
  • penyetelan relai beban lebih sesuai arus pengenal motor.

K3 yang ditekankan

  1. Proteksi tidak boleh ditawar. Relai beban lebih yang disetel terlalu tinggi atau dijumper membiarkan motor terbakar dan kabel memanas.
  2. Tombol darurat bukan alat isolasi. Untuk bekerja pada mesin, sakelar pemisah harus dibuka dan dikunci.
  3. Interlock adalah pengaman. Pengunci silang mencegah hubung singkat antarfase pada rangkaian putar kanan-kiri; pengunci mekanis dan listrik dipasang keduanya.
  4. Tegangan kontrol tetap berbahaya. Rangkaian kontrol sering masih bertegangan saat daya utama dibuka bila sumbernya terpisah.
  5. Uji tanpa beban dulu. Rangkaian kontrol diuji sebelum motor disambung.
  6. Bagian berputar. Pemeriksaan arah putaran dilakukan dengan kopling terlepas atau area dikosongkan.

Urutan isolasi dijelaskan di artikel prosedur LOTO.

Kesalahan yang sering terjadi

  • kabel kontrol tanpa penanda sehingga sulit dilacak;
  • kabel daya dan kontrol bercampur dalam satu saluran;
  • sambungan terminal longgar yang memanas;
  • pewaktu bintang-segitiga tidak disetel sesuai karakter beban;
  • gambar tidak diperbarui setelah modifikasi.

Hasil yang diharapkan

  • mampu merakit dan menguji panel kontrol motor sederhana dari gambar;
  • mampu memilih dan menyetel proteksi motor;
  • mampu mencari gangguan pada rangkaian kontrol secara sistematis;
  • bekerja dengan urutan isolasi yang benar.

Setelah menguasainya, peserta siap melanjutkan ke pelatihan instalasi listrik industri otomasi PLC.

Sertifikat dan kelas in-house

Pelatihan keterampilan seperti ini umumnya menghasilkan sertifikat pelatihan dari penyelenggara. Pengakuan formal untuk pekerjaan instalasi di tempat kerja adalah lisensi K3 listrik dari Kementerian Ketenagakerjaan dan sertifikat kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan di bawah Kementerian ESDM.

Perusahaan dapat memadukan praktik kontrol motor dengan prosedur K3 sendiri melalui in-house training K3 listrik. Untuk lisensi, jalurnya adalah pelatihan Teknisi K3 Listrik.

Referensi

  • Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja
  • PUIL 2011 (SNI 0225:2011)