SCADA adalah sistem yang memungkinkan operator memantau dan mengendalikan peralatan yang tersebar dari satu ruang kontrol. Pada sistem kelistrikan, SCADA menampilkan status pemutus, tegangan, arus, dan alarm dari gardu atau panel, serta dapat membuka dan menutup pemutus dari jauh. Kemampuan itu meningkatkan keandalan, tetapi juga menuntut aturan yang tegas agar perintah dari ruang kontrol tidak mencelakai orang di lapangan.
Apa itu SCADA?
SCADA merupakan singkatan dari supervisory control and data acquisition. Dua kata kuncinya:
- akuisisi data, yaitu mengumpulkan pengukuran dan status dari lapangan;
- kendali pengawasan, yaitu operator memberi perintah tingkat atas, sedangkan pengendalian detik demi detik tetap dilakukan perangkat di lapangan.
SCADA dipakai di jaringan listrik, pabrik, pengolahan air, migas, dan gedung besar. Di lingkungan pabrik dan gedung, fungsi serupa untuk kelistrikan sering disebut sistem pemantauan daya.
Apa saja komponennya?
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Perangkat lapangan | Sensor, trafo arus dan tegangan, meter, relai proteksi, pemutus bermotor |
| RTU atau PLC | Mengumpulkan sinyal lapangan dan menjalankan perintah. Lihat artikel PLC |
| Jaringan komunikasi | Serat optik, kabel, radio, atau jaringan seluler yang menghubungkan lapangan dengan pusat |
| Server SCADA | Mengolah data, menyimpan riwayat, mengelola alarm |
| HMI | Layar tempat operator melihat diagram dan memberi perintah |
Protokol komunikasi yang lazim pada sistem kelistrikan antara lain Modbus, DNP3, IEC 60870-5-104, dan IEC 61850.
Apa saja fungsi utamanya?
- Pemantauan. Status dan pengukuran tampil pada diagram satu garis di layar.
- Alarm. Penyimpangan seperti beban lebih, suhu trafo tinggi, atau pemutus jatuh langsung diberitahukan.
- Kendali jarak jauh. Membuka dan menutup pemutus, memindah sumber, dan mengubah setelan.
- Pencatatan. Riwayat kejadian dengan cap waktu memudahkan analisis gangguan.
- Pelaporan. Profil beban dan pemakaian energi untuk perencanaan dan penghematan.
Apa manfaatnya bagi keselamatan?
- Menjauhkan orang dari bahaya. Mengoperasikan pemutus dari ruang kontrol berarti operator tidak berdiri di depan panel saat terjadi busur api. Lihat artikel arc flash.
- Deteksi dini. Kecenderungan suhu, beban, dan ketidakseimbangan terlihat sebelum menjadi gangguan.
- Respons lebih cepat. Lokasi gangguan diketahui tanpa harus memeriksa setiap panel.
- Bukti kejadian. Catatan urutan kejadian membantu penyelidikan kecelakaan dan gangguan.
Apa risikonya?
Pemasukan tegangan dari jarak jauh
Ini risiko terbesar bagi pekerja lapangan. Operator di ruang kontrol tidak melihat siapa yang sedang bekerja di panel. Bila pekerjaan hanya diamankan dengan pemberitahuan lisan, satu perintah keliru dapat memasukkan tegangan ke peralatan yang sedang dikerjakan.
Layar yang tidak sesuai kenyataan
Status di layar bergantung pada sensor dan komunikasi. Kontak bantu yang rusak dapat menampilkan pemutus terbuka padahal masih tertutup. Layar tidak boleh menjadi dasar menyatakan peralatan bebas tegangan.
Banjir alarm
Terlalu banyak alarm membuat alarm penting terlewat. Alarm perlu diberi prioritas dan dirawat.
Keamanan siber
Sistem yang terhubung ke jaringan dapat diakses pihak yang tidak berhak. Akibatnya bukan hanya kebocoran data, tetapi operasi peralatan fisik. Seri standar IEC 62443 menjadi rujukan umum untuk keamanan sistem otomasi dan kendali industri.
Ketergantungan
Operator yang terbiasa dengan layar dapat kehilangan kemampuan mengoperasikan sistem secara manual saat SCADA atau komunikasinya terganggu.
Aturan kerja yang perlu ditetapkan
- Sakelar lokal dan jarak jauh. Sebelum bekerja, pindahkan pemilih ke posisi lokal sehingga perintah jarak jauh diblokir. Ini langkah tambahan, bukan pengganti isolasi.
- Isolasi dan penguncian di lapangan. Padamkan, kunci, pasang tanda, dan uji bebas tegangan di titik kerja. Lihat prosedur LOTO.
- Penandaan pada layar. Pasang tanda larangan operasi pada simbol peralatan yang sedang dikerjakan.
- Komunikasi baku. Perintah dan konfirmasi antara ruang kontrol dan lapangan diulang kembali dan dicatat.
- Izin kerja. Operator ruang kontrol menjadi pihak yang menandatangani izin kerja listrik.
- Kendali akses. Hak mengoperasikan dibedakan dari hak melihat, dengan akun perorangan.
- Latihan operasi manual. Operator tetap mampu bekerja tanpa SCADA.
Prinsipnya, SCADA adalah alat bantu operasi. Jaminan bahwa peralatan aman untuk dikerjakan tetap berasal dari isolasi fisik dan pengujian di tempat.
Siapa yang perlu memahaminya?
Operator ruang kontrol, teknisi listrik dan instrumentasi, serta pengawas K3 perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai batas kemampuan SCADA. Ahli K3 Listrik berperan memastikan prosedur operasi jarak jauh selaras dengan izin kerja dan isolasi energi. Kompetensi pengawasan seperti ini dibangun melalui pelatihan Ahli K3 Listrik.
Referensi
- Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja
- UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
- IEC 61850, Communication networks and systems for power utility automation
- IEC 60870-5-104, protokol telekontrol
- IEC 62443, keamanan sistem otomasi dan kendali industri


