Pelatihan teknik instalasi dan proteksi listrik membahas dua hal yang tidak terpisahkan: cara memasang instalasi yang memenuhi syarat dan cara memastikan gangguan diputus sebelum mencelakai orang atau membakar peralatan. Pelatihan ini ditujukan bagi teknisi senior, supervisor, dan engineer yang memilih serta menyetel pengaman, bukan hanya memasangnya.

Mengapa proteksi dipelajari tersendiri?

Instalasi yang terpasang rapi belum tentu aman. Keamanan ditentukan oleh apa yang terjadi saat ada gangguan: apakah pengaman memutus, seberapa cepat, dan seberapa luas bagian yang ikut padam. PUIL 2011 menyebut beberapa jenis proteksi demi keselamatan:

Proteksi Melindungi dari Sarana umum
Terhadap kejut listrik Sentuh langsung dan tidak langsung Isolasi, selungkup, pembumian, pemutusan otomatis, pengaman arus bocor
Terhadap arus lebih Beban lebih dan hubung singkat Sekering, MCB, MCCB, pemutus tenaga dengan relai
Terhadap efek termal Kebakaran dan luka bakar Pemilihan dan pemasangan perlengkapan yang benar
Terhadap tegangan lebih Surja petir dan surja hubung Perangkat proteksi surja

Ringkasan persyaratannya ada di artikel ringkasan PUIL 2011.

Untuk siapa pelatihan ini?

  • Teknisi senior dan kepala regu listrik.
  • Supervisor dan engineer pemeliharaan.
  • Perencana dan pengawas pekerjaan instalasi.
  • Calon Ahli K3 Listrik yang akan menilai kecukupan proteksi pada pemeriksaan dan pengujian.

Peserta diharapkan sudah memahami dasar instalasi dan mampu membaca diagram satu garis.

Apa saja materi yang umumnya dipelajari?

Jenis gangguan dan akibatnya

Beban lebih, hubung singkat antar fase, hubung singkat ke bumi, dan arus bocor. Tiap gangguan berbeda besar arusnya dan berbeda pula pengaman yang tepat untuk mengatasinya.

Perangkat proteksi

Karakteristik sekering, MCB, MCCB, pemutus tenaga udara, pengaman arus bocor, dan relai proteksi. Pengenalan komponennya ada di artikel komponen listrik: MCB, MCCB, ELCB, dan kontaktor.

Pemilihan pengaman

Tiga hal yang selalu diperiksa:

  1. arus pengenal sesuai beban dan kemampuan hantar arus penghantar;
  2. kapasitas pemutusan tidak lebih kecil daripada arus hubung singkat di titik pemasangan;
  3. waktu pemutusan cukup cepat untuk proteksi terhadap kejut listrik.

Butir kedua sering terlewat. Pengaman berkapasitas pemutusan terlalu kecil dapat gagal memutus, bahkan meledak, saat terjadi hubung singkat di dekat trafo.

Koordinasi dan selektivitas

Pengaman disusun bertingkat sehingga hanya bagian yang terganggu yang padam. Peserta belajar membaca kurva waktu-arus dan membandingkan pengaman hulu dengan hilir.

Pembumian dan pemutusan otomatis

Hubungan antara sistem pembumian, impedans lingkar gangguan, dan kerja pengaman. Lihat artikel grounding dan proteksi arus bocor.

Proteksi motor dan proteksi surja

Relai beban lebih termal, proteksi kehilangan fase, serta pemasangan perangkat proteksi surja pada panel.

Pengujian

Pengujian fungsi pengaman arus bocor, pengukuran impedans lingkar, dan pengujian relai sesuai petunjuk pabrikan.

Kesalahan proteksi yang sering dibahas

  • Mengganti pengaman yang sering jatuh dengan arus pengenal lebih besar tanpa memeriksa kabel.
  • Menjumper pengaman atau mengganjal tuas pemutus.
  • Setelan relai dibiarkan pada nilai bawaan pabrik.
  • Pengaman arus bocor dilepas karena dianggap mengganggu.
  • Penghantar proteksi tidak tersambung sehingga pemutusan otomatis tidak bekerja.

Semua itu membuat pengaman ada secara fisik tetapi tidak berfungsi saat dibutuhkan.

Apa hasil yang diharapkan?

Peserta diharapkan mampu:

  • menentukan pengaman yang sesuai untuk sirkit penerangan, kotak kontak, dan motor;
  • memeriksa kecukupan kapasitas pemutusan;
  • menilai selektivitas sederhana dari kurva pabrikan;
  • menguji dan mencatat fungsi pengaman;
  • menjelaskan kepada manajemen mengapa suatu pengaman tidak boleh diubah sembarangan.

Bagaimana meminta kelas in-house?

Kelas ini paling berguna bila memakai data instalasi perusahaan. Siapkan diagram satu garis, data trafo, daftar pengaman utama beserta setelannya, dan riwayat gangguan. Dengan data itu, latihan dapat langsung menilai proteksi yang terpasang. Ajukan kebutuhan melalui in-house training K3 listrik.

Jadwal, durasi, dan biaya berbeda antar penyelenggara. Mintalah silabus tertulis dan jenis sertifikat yang diterbitkan.

Referensi

  • Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja
  • PUIL 2011 (SNI 0225:2011)
  • IEC 60898-1 dan IEC 60947-2 tentang pemutus sirkit