Contoh soal Ahli K3 Listrik dan soal ujian Teknisi K3 Listrik di bawah ini adalah soal latihan buatan kami, bukan bocoran atau salinan soal resmi. Tujuannya membantu Anda mengukur pemahaman atas pokok bahasan yang umum diujikan: peraturan, bahaya listrik, proteksi, pemeriksaan dan pengujian, serta prosedur kerja aman. Setiap soal disertai jawaban dan pembahasan singkat.

Bagaimana bentuk evaluasi K3 listrik?

Pada jenjang Teknisi, evaluasi umumnya berupa tes tertulis dan penilaian praktik. Pada jenjang Ahli, selain tes tertulis ada makalah hasil praktik kerja lapangan yang dipresentasikan dalam seminar. Jadi menghafal jawaban tidak cukup; penguji ingin melihat apakah Anda memahami alasan di balik tiap ketentuan.

Contoh soal pilihan ganda: peraturan

1. K3 listrik di tempat kerja diatur dalam peraturan berikut.

a. Permenaker No. 8 Tahun 2020 b. Permenaker No. 12 Tahun 2015 c. Permenaker No. 37 Tahun 2016 d. Permenakertrans No. PER.15/MEN/VIII/2008

Jawaban: b. Permenaker No. 12 Tahun 2015 mengatur K3 Listrik di Tempat Kerja dan diubah dengan Permenaker No. 33 Tahun 2015. Pilihan lain mengatur pesawat angkat dan angkut, bejana tekanan, serta P3K.

2. Ahli K3 bidang Listrik wajib dipunyai oleh perusahaan dengan kriteria berikut.

a. Memiliki lebih dari 100 pekerja b. Memakai tegangan menengah c. Memiliki pembangkitan listrik lebih dari 200 kVA d. Berlangganan daya di atas 197 kVA

Jawaban: c. Kriterianya adalah kapasitas pembangkitan listrik lebih dari 200 kVA, bukan jumlah pekerja.

3. Pemeriksaan berkala instalasi listrik dilakukan paling sedikit.

a. Enam bulan sekali b. Satu tahun sekali c. Tiga tahun sekali d. Lima tahun sekali

Jawaban: b. Permenaker No. 12 Tahun 2015 menetapkan pemeriksaan berkala paling sedikit satu tahun sekali, sedangkan pengujian berkala paling sedikit lima tahun sekali.

4. Pekerjaan pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik di tempat kerja dapat dilakukan oleh.

a. Setiap pekerja yang ditunjuk atasan b. Teknisi K3 Listrik c. Petugas P3K d. Operator forklift

Jawaban: b. Itulah lingkup kewenangan Teknisi K3 Listrik, pada perusahaan maupun PJK3.

5. Pelaksanaan K3 listrik dengan pola preventif berarti.

a. Tindakan dilakukan setelah kecelakaan terjadi b. Pengendalian dimulai sejak tahap perencanaan instalasi c. Hanya mengandalkan alat pelindung diri d. Pemeriksaan dilakukan bila ada keluhan

Jawaban: b. Preventif berarti mencegah sejak awal: perencanaan, pemasangan, penggunaan, pemeliharaan, sampai pemeriksaan dan pengujian.

Contoh soal pilihan ganda: teknis dan kerja aman

6. Setelah sumber dimatikan, dikunci, dan diberi label, langkah berikutnya sebelum bekerja adalah.

a. Langsung membuka terminal b. Memverifikasi keadaan tanpa tegangan dengan alat uji c. Melepas label agar tidak mengganggu d. Memberi tahu bagian produksi bahwa pekerjaan selesai

Jawaban: b. Anggap rangkaian bertegangan sampai terbukti sebaliknya. Alat uji pun diperiksa pada sumber yang diketahui bertegangan sebelum dan sesudah dipakai. Lihat prosedur LOTO.

7. Fungsi utama gawai proteksi arus sisa (RCD) adalah.

a. Membatasi tegangan lebih akibat petir b. Memutus rangkaian saat terdeteksi arus bocor ke bumi c. Memperbaiki faktor daya d. Menggantikan pemutus sirkit beban lebih

Jawaban: b. RCD membandingkan arus pergi dan kembali. RCD tidak menggantikan pengaman beban lebih dan hubung singkat.

8. Warna isolasi penghantar proteksi (PE) menurut PUIL 2011 adalah.

a. Biru b. Hitam c. Loreng hijau-kuning d. Merah

Jawaban: c. Biru dipakai untuk penghantar netral.

9. Pengukuran resistans isolasi dilakukan dalam keadaan.

a. Instalasi bertegangan dan berbeban b. Instalasi tidak bertegangan dan terisolasi dari sumber c. Genset sedang sinkron d. Hanya saat hujan

Jawaban: b. Alat ukurnya membangkitkan tegangan uji sendiri, sehingga rangkaian harus bebas tegangan dan peralatan yang peka dilepas lebih dulu.

10. Tindakan pertama saat melihat rekan tersengat listrik adalah.

a. Menarik tubuh korban b. Menyiram dengan air c. Memutus sumber listrik atau memisahkan korban dengan benda yang tidak menghantar d. Memberi minum

Jawaban: c. Keselamatan penolong didahulukan. Lihat pertolongan pertama korban sengatan listrik.

11. Standar teknis instalasi listrik tegangan rendah yang menjadi rujukan di Indonesia adalah.

a. PUIL 2011 (SNI 0225:2011) b. PP No. 50 Tahun 2012 c. UU No. 32 Tahun 2009 d. Permen LHK No. 6 Tahun 2021

Jawaban: a.

12. Urutan pengendalian bahaya listrik yang benar dari yang paling efektif adalah.

a. APD, administrasi, rekayasa, eliminasi b. Eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrasi, APD c. Administrasi, APD, eliminasi d. Rekayasa teknik, APD, eliminasi

Jawaban: b. Mematikan sumber adalah bentuk eliminasi; APD adalah lapis terakhir.

Contoh soal esai untuk Ahli K3 Listrik

Soal 1. Sebuah pabrik berlangganan listrik dari penyedia tenaga listrik dan memiliki dua genset cadangan masing-masing 150 kVA. Apakah pabrik ini wajib memiliki Ahli K3 Listrik? Jelaskan cara Anda menilainya.

Arah jawaban: inventarisasi seluruh pembangkitan milik tempat kerja; kapasitas genset dijumlahkan menjadi 300 kVA sehingga melampaui 200 kVA; rujuk Permenaker No. 12 Tahun 2015; untuk kasus yang meragukan, konsultasikan kepada pengawas ketenagakerjaan.

Soal 2. Saat pemeriksaan panel distribusi, termografi menunjukkan satu terminal jauh lebih panas daripada fasa lain pada beban yang seimbang. Sebutkan kemungkinan penyebab dan rekomendasi Anda.

Arah jawaban: sambungan longgar atau teroksidasi, ukuran penghantar atau sepatu kabel tidak sesuai; rekomendasi berupa pemadaman terencana, LOTO, pengencangan dengan torsi sesuai pabrikan, pemeriksaan ulang, dan pencatatan.

Soal 3. Jelaskan perbedaan pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik, kapan masing-masing wajib dilakukan, dan siapa yang berwenang melaksanakannya.

Arah jawaban: pemeriksaan menilai dan mengukur kondisi; pengujian mencakup penilaian, perhitungan, dan pengetesan; dilakukan sebelum penyerahan, setelah perubahan atau perbaikan, dan secara berkala; pelaksana adalah pengawas ketenagakerjaan spesialis K3 listrik, Ahli K3 bidang Listrik pada perusahaan, atau pada PJK3. Lihat riksa uji instalasi listrik.

Soal 4. Susun urutan langkah pekerjaan penggantian pemutus sirkit pada panel utama dengan memperhatikan izin kerja dan isolasi energi.

Arah jawaban: penilaian risiko, izin kerja, pemberitahuan, pemadaman, isolasi, kunci dan label, pelepasan energi sisa, verifikasi tanpa tegangan, pekerjaan, pemeriksaan akhir, pelepasan kunci oleh pemasangnya, dan pengoperasian kembali.

Contoh soal praktik untuk Teknisi K3 Listrik

  • Tunjukkan cara memeriksa sarung tangan isolasi sebelum dipakai.
  • Peragakan pengukuran resistans pembumian dan bacakan hasilnya.
  • Pasang gembok dan label pada pemutus yang ditentukan, lalu buktikan rangkaian bebas tegangan.
  • Sebutkan tiga ketidaksesuaian yang Anda lihat pada panel peraga.

Penilai memperhatikan urutan, kehati-hatian, dan kemampuan menjelaskan alasan tiap langkah.

Cara belajar yang efektif

  1. Baca naskah Permenaker No. 12 Tahun 2015, bukan hanya ringkasannya. Mulai dari isi Permenaker 12 Tahun 2015.
  2. Buat catatan angka yang sering ditanyakan: 200 kVA, satu tahun, lima tahun.
  3. Kaitkan tiap ketentuan dengan pengalaman di tempat kerja Anda.
  4. Latih menjelaskan secara lisan; ini berguna saat seminar.
  5. Ulangi pokok bahasan lewat ringkasan materi K3 listrik.

Latihan soal paling berguna bila dilakukan setelah mengikuti kelas. Jadwal dan syarat pendaftaran ada di halaman pelatihan Ahli K3 Listrik dan pelatihan Teknisi K3 Listrik.

Referensi

  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja (diubah dengan Permenaker No. 33 Tahun 2015)
  • PUIL 2011 (SNI 0225:2011)