Bahaya listrik pada tubuh manusia ditentukan oleh arus yang mengalir, bukan oleh tegangan semata. Arus bolak-balik sekecil setengah miliampere sudah terasa, sekitar sepuluh miliampere dapat mengunci otot, dan beberapa puluh miliampere yang melewati dada dapat mengacaukan irama jantung. Angka-angka ini berasal dari IEC 60479-1 dan menjadi dasar perancangan pengaman arus bocor.
Bagaimana arus listrik melukai tubuh?
Tubuh bekerja dengan sinyal listrik yang sangat kecil. Arus dari luar mengganggu sinyal itu dan menimbulkan panas pada jaringan. Akibat utamanya:
- Kontraksi otot. Otot menegang di luar kendali. Tangan yang menggenggam penghantar justru mencengkeram lebih kuat.
- Gangguan pernapasan. Otot dada dapat tertahan selama arus mengalir.
- Fibrilasi ventrikel. Jantung bergetar tidak teratur dan berhenti memompa darah. Ini penyebab kematian utama pada sengatan tegangan rendah.
- Luka bakar. Di titik masuk dan keluar arus, serta pada jaringan dalam yang tidak terlihat dari luar. Pada tegangan tinggi, luka bakar dalam sering menjadi cedera yang dominan.
- Cedera sekunder. Terjatuh dari ketinggian atau terlempar akibat kontraksi otot.
Berapa ambang arus yang berbahaya?
Tabel berikut merangkum efek arus bolak-balik 50/60 Hz menurut IEC 60479-1. Nilainya adalah perkiraan untuk keperluan keselamatan; kepekaan tiap orang berbeda.
| Arus melalui tubuh | Efek yang umum |
|---|---|
| Sekitar 0,5 mA | Ambang rasa, mulai terasa kesemutan |
| Sekitar 10 mA | Ambang lepas; otot dapat mengunci sehingga korban sulit melepaskan diri |
| Beberapa puluh mA | Kontraksi kuat, sulit bernapas; risiko fibrilasi meningkat bila kontak berlangsung lama |
| Ratusan mA ke atas | Fibrilasi ventrikel sangat mungkin, disertai luka bakar |
Dua catatan penting. Pertama, ambang fibrilasi bergantung pada lama kontak: arus yang sama jauh lebih berbahaya bila berlangsung lebih dari satu siklus denyut jantung. Kedua, tidak ada angka yang boleh dianggap aman untuk disentuh. Tabel ini dipakai untuk merancang proteksi, bukan sebagai batas uji coba.
Apa saja faktor yang menentukan keparahan?
- Besar arus. Ditentukan oleh tegangan sentuh dan hambatan total jalur arus.
- Jalur arus. Tangan ke tangan dan tangan ke kaki melewati dada. Jalur tangan kiri ke kaki dianggap paling berbahaya bagi jantung.
- Lama kontak. Semakin lama, semakin besar peluang fibrilasi dan semakin dalam luka bakar.
- Hambatan tubuh. Kulit kering memberi hambatan besar. Kulit basah, berkeringat, atau terluka menurunkannya secara tajam. Hambatan juga turun ketika tegangan naik.
- Luas dan tekanan kontak. Menggenggam penuh lebih berbahaya daripada tersentuh ujung jari.
- Jenis dan frekuensi arus. Arus bolak-balik 50/60 Hz termasuk yang paling mudah memicu fibrilasi. Perbandingannya dengan arus searah dibahas di artikel bahaya arus listrik AC dan DC.
Dari faktor-faktor ini terlihat mengapa ruang sempit berdinding logam, lantai basah, dan tubuh berkeringat merupakan kondisi kerja paling berisiko.
Mengapa pengaman arus bocor memakai angka 30 mA?
Pengaman arus bocor untuk proteksi manusia umumnya memiliki arus sisa pengenal tidak lebih dari 30 mA dan bekerja dalam waktu singkat. Angka ini dipilih karena berada di bawah daerah yang berisiko fibrilasi untuk waktu pemutusan tersebut. Pengaman ini tidak mencegah korban merasakan sengatan, tetapi membatasi lamanya.
Karena itu pengaman arus bocor adalah proteksi tambahan, bukan pengganti isolasi, selungkup, dan pembumian. Penjelasannya ada di artikel grounding dan proteksi arus bocor.
Konsep lain yang lahir dari data ini adalah tegangan ekstra rendah. PUIL 2011 dan standar IEC memakai batas 50 V arus bolak-balik sebagai batas atasnya, dan batas yang lebih rendah untuk lokasi basah.
Apa artinya bagi pekerja dan perusahaan?
- Perlakukan setiap penghantar sebagai bertegangan sampai terbukti padam melalui pengujian.
- Jangan menilai bahaya dari pengalaman pernah tersengat dan selamat. Kondisi kulit dan jalur arus saat itu mungkin kebetulan menguntungkan.
- Gunakan tegangan ekstra rendah atau pengaman arus bocor untuk perkakas genggam di tempat basah dan sempit.
- Pastikan rekan kerja tahu cara memutus sumber dan memberi pertolongan. Lihat artikel pertolongan pertama korban sengatan listrik.
- Periksakan setiap korban sengatan ke tenaga medis walau tampak baik, karena gangguan irama jantung dan luka dalam dapat muncul kemudian.
Pemahaman ini adalah materi pembuka di kelas awareness keselamatan listrik dan LOTO, sebelum peserta masuk ke prosedur kerja.
Referensi
- IEC 60479-1, Effects of current on human beings and livestock
- PUIL 2011 (SNI 0225:2011)
- Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja
- UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja



