Arc blast adalah ledakan yang menyertai busur api listrik: gelombang tekanan, suara sangat keras, dan lontaran logam serta komponen. Bila arc flash melukai lewat panas, arc blast melukai lewat tenaga dorong. Keduanya terjadi bersamaan, tetapi cara melindungi diri dari keduanya tidak sama, dan inilah alasan arc blast perlu dipahami tersendiri.

Apa beda arc blast dan arc flash?

Hal Arc flash Arc blast
Bentuk energi Panas dan cahaya Tekanan, suara, dan lontaran benda
Cedera utama Luka bakar, kerusakan mata Cedera benturan, gangguan pendengaran, cedera paru, luka tusuk
Ukuran yang dipakai Energi insiden dalam cal/cm2 Belum ada ukuran sederhana yang dipakai luas untuk memilih APD
Perlindungan APD Pakaian dan pelindung wajah dengan nilai ketahanan busur api Terbatas

Uraian tentang panas dan pemilihan APD-nya ada di artikel arc flash.

Dari mana gelombang tekanan berasal?

Dua proses berlangsung hampir bersamaan dalam waktu sepersekian detik.

  1. Pemanasan udara. Udara di sekitar busur api dipanaskan sangat cepat sehingga memuai secara mendadak.
  2. Penguapan logam. Tembaga atau aluminium pada penghantar berubah dari padat menjadi uap. Volume uap logam jauh lebih besar daripada volume padatnya. Literatur keselamatan listrik sering mengutip angka pemuaian tembaga sekitar 67.000 kali.

Di dalam selungkup tertutup, pemuaian itu tidak mempunyai jalan keluar selain bagian terlemah, biasanya pintu dan penutup panel. Pintu yang tidak terkunci baik dapat terbuka paksa, dan penutup yang bautnya tidak lengkap dapat terlempar. Semakin besar arus hubung singkat dan semakin lama busur berlangsung, semakin besar ledakannya.

Apa saja cederanya?

  • Terlempar dan terjatuh. Pekerja terdorong ke belakang, membentur dinding atau peralatan, atau jatuh dari tangga.
  • Luka akibat lontaran benda. Serpihan komponen, baut, dan butiran logam cair bergerak dengan kecepatan tinggi.
  • Gangguan pendengaran. Tingkat suara dapat melampaui ambang yang merusak telinga dalam satu kejadian.
  • Cedera organ dalam. Gelombang tekanan dapat mencederai paru dan organ berongga lain.
  • Menghirup uap logam dan gas panas. Dapat melukai saluran napas.
  • Cedera lanjutan. Kebakaran di sekitar panel dan padamnya penerangan menyulitkan evakuasi.

Korban arc blast sering mengalami beberapa cedera sekaligus, termasuk luka bakar dari arc flash. Karena cedera dalam tidak selalu terlihat, setiap korban perlu diperiksa tenaga medis. Langkah awal penolong dijelaskan di artikel pertolongan pertama korban sengatan listrik.

Mengapa APD saja tidak cukup?

Pakaian tahan busur api diuji terhadap panas. Nilai ketahanannya tidak menyatakan kemampuan menahan tekanan. Pelindung wajah dan helm menahan sebagian lontaran, dan pelindung telinga mengurangi dampak suara, tetapi tidak ada perlengkapan yang membuat pekerja aman berdiri di depan panel berenergi sangat tinggi.

Itu sebabnya pada energi insiden yang sangat besar, pekerjaan dalam keadaan bertegangan tidak boleh dilakukan sama sekali, berapa pun tebal pakaian yang tersedia.

Bagaimana mengendalikannya?

Hilangkan kemungkinannya

Padamkan, kunci, dan uji bebas tegangan sebelum membuka dan mengerjakan panel. Ini satu-satunya cara yang meniadakan arc blast. Lihat prosedur LOTO.

Kurangi energinya

  • setel pengaman agar memutus secepat mungkin tanpa mengorbankan selektivitas;
  • gunakan mode pemeliharaan pada pemutus selama pekerjaan berlangsung;
  • gunakan proteksi pendeteksi busur api pada panel utama.

Jauhkan orang dari jalur ledakan

  • operasikan pemutus dengan pintu panel tertutup dan terkunci sempurna;
  • berdiri di samping panel, bukan di depan pintu, dengan wajah berpaling saat mengoperasikan;
  • gunakan pengoperasian jarak jauh bila tersedia;
  • batasi area sehingga hanya orang yang berkepentingan yang berada di ruang panel;
  • pilih panel berkonstruksi tahan busur api untuk instalasi baru, yang mengarahkan tekanan menjauh dari operator.

Jaga kondisi panel

  • semua baut penutup terpasang lengkap;
  • tidak ada perkakas, sisa kabel, atau benda asing tertinggal di dalam;
  • pemutus dirawat sehingga bekerja sesuai waktu yang diharapkan;
  • jangan memasukkan kembali pemutus yang jatuh sebelum penyebab gangguannya ditemukan.

Butir terakhir sering menjadi awal kejadian. Menutup pemutus pada sirkit yang masih hubung singkat berarti menyalakan busur api tepat di depan operator.

Apa yang perlu diketahui pekerja non-listrik?

Arc blast tidak memilih korban. Operator produksi, petugas kebersihan, dan pengawas yang kebetulan berada di depan panel ikut terkena. Karena itu mereka perlu memahami tiga aturan sederhana:

  1. jangan membuka pintu panel dan jangan memasukkan kembali pemutus yang jatuh;
  2. jangan berdiri atau menyimpan barang di depan panel;
  3. laporkan bunyi dengung, bau hangus, atau panas pada panel kepada petugas listrik.

Aturan ini merupakan isi pokok kelas awareness keselamatan listrik dan LOTO.

Referensi

  • NFPA 70E, Standard for Electrical Safety in the Workplace
  • IEEE 1584, Guide for Performing Arc-Flash Hazard Calculations
  • Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja
  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja